Belajar Kepurbakalaan dari sifat Kemagnetan batuan

Tidak hanya sifat manusia yang bisa kita pelajari, ternyata batuan pun memiliki sifat. kali ini kita akan sharing sifat batuan dilihat dari sisi kemagnetannya. seperti apa? yuk buka tutupnya dan kosongkang gelasnya...!!

Kemagnetan (wikihow)

Magnetostratigrafi merupakan ilmu yang mempelajari fosil kemagnetan yang terekam dalam batuan. Urutan polaritas dari fosil kemagnetan secara global dalam suatu susunan urutan batuan (stratigrafi) dapat mengidentifikasi umur perubahan medan magnet bumi. Urutan perubahan polaritas normal dan membalik yang disertai dengan umur mutlak batuan menghasilkan Skala Waktu Polaritas Kemagnetan (SWPK). Dengan menggunakan SWPK, korelasi magnetostratigrafi dapat dipakai untuk menentukan umur fosil maupun batuannya. Studi geofisika dengan metoda magnetostratigrafi dapat dipakai untuk mengkorelasikan umur fosil manusia purba yang terawetkan di suatu lapisan batuan di bumi sekalipun mempunyai jarak yang jauh, berbeda pulau bahkan berbeda benua. 

Magnetostratigrafi, yang sering juga disebut magnetik stratigrafi merupakan bagian dari paleomagnetik, juga bagian dari geofisika apabila ditinjau dari metode penelitiannya, tetapi juga merupakan cabang dari ilmu stratigrafi bila dilihat Maksud dan Tujuan objek penelitiannya.

Selain mineral-mineral magnetit yang terbentuk pada temperatur tinggi, mineral-mineral magnetik yang terbentuk dalam temperatur rendah turut pula diselidiki, terutama yang berasosiasi dengan sedimen-sedimen berwarna kemerahan seperti pada umumya sedimen terestrial, yang didominasi oleh hematit.

Butiran mineral-mineral magnetik, terutama oksida besi dan sulfida, umumnya banyak terdapat dalam sedimen berumur Kuarter, tanah, debu, dan organisme, meskipun hadir dalam konsentrasi minor. Oleh karenanya, yang melatarbelakangi analisis material Kuarter adalah bahwa proses-proses lingkungan turut menyimpan rekaman susunan kemagnetan alam, dan merefleksikan proses-proses yang terjadi di masa lalu dan saat ini

Contoh Aplikasi Magnetostratigrafi 

Aplikasi Magnetostratigrafi di Trinal Sangiran



Periode geologi Kuarter yang dimulai sekitar 2,6 juta tahun lalu, merupakan suatu periode sejarah bumi yang baru terjadi dan tengah berlangsung. Periode Kuarter merupakan suatu kurun waktu yang dinamis, dicirikan oleh perubahan iklim yang signifikan, ekspansi dan kontraksi daratan-daratan es seukuran benua, terjadinya naik-turun permukaan laut global, migrasi dan kepunahan fauna serta flora, tak ketinggalan pula evolusi dan pertumbuhan populasi manusia modern. 

Saat ini alat untuk mengukur kemagnetan suatu batuan disebut Magnetometer. Magnetometer yang dapat dipergunakan untuk mengukur kemagnetan batuan beku telah ada semenjak sebelum Perang Dunia II, yang kemudian dikembangkan pula suatu magnetometer yang dapat mengukur NRM batuan sedimen. Blackett (1956) mengembangkan magnetometer statik yang lebih sensitif. Studi paleomagnetik pada batuan sedimen dipelopori sejak penelitian Creer drr. (1954) yang mendokumentasikan enam belas zonasi perulangan polaritas suatu strata setebal 3000 m. Batuan ini mengalami koreksi kemiringan akibat pelipatan untuk menunjukkan magnetisasi sebelum terjadinya pelipatan. Selain itu, penelitian ini juga melaporkan adanya pembalikan polaritas pada batuan Devon dan Trias.

Sampai saat ini penelitian tentang magnetostratigrafi terus berlanjut dan berkembang!!  




Sumber:

-
PENENTUAN UMUR FOSIL MANUSIA PURBA DI JAWA BERDASARKAN MAGNETOSTRATIGRAFI DETERMINATION OF THE AGE OF THE ANCIENT HOMINID FOSSILS IN JAVA BASED ON MAGNETOSTRATIGRAPHY Oleh : Budi Setyanta, Harry Parulian Siagian dan Hendro Wahyono Pusat Survei Geologi 
-
Penelitian Magnetostratigrafi dan Penerapan Satuan Stratigrafi Polaritas Magnet sebagai Satuan Kronostratigrafi: Studi Kasus di Cekungan Bandung serta Daerah Mojokerto dan Sangiran, Jawa E. Sunardi Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran
-
Wikihow. Cara menentukan polaritas magnet. oleh Bess Ruff, MA.

Comments